Berawal dari mengkonsumsi antibiotik dosis tinggi.awal berteman dengan maag,lalu bersahabat dengan rasa cemas,dan kian akrab dengan rasa panik,lalu melalang buana dengan pobia.
Siapa sangka keceriaan bertukar dengan kemurungan pribadi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya,Hari-hari harus berkutat dengan cemas yang berlebih,panik dengan keadaan diri sendiri bahkan tidak bisa melihat alat tensi ( Pengukur tekanan darah ) jangankan melihat mendengarkannya saja jantung ini rasanya mau copot,keringat berlomba lomba keluar lewat celah pori2 kulit,bibir kaku,pandangan buram,kaki rasanya tidak lagi jejak ke bumi.badan lemas,wajah pucat pasih.lengkap rasanya menuju kematian !
Perlahan mengingat kembali penyebab semua ketakutan ini,memberanikan diri terbuka,mencari sahabat terbaik tempat berbagi.mendekatkan diri pada yang maha kuasa,lebih dekat lagi,bahkan timbul rasa kepasrahan kepadaNya,rasanya perlahan beban hati terangkat.dibukakan segala cara menuju kesembuhan.
Hingga menemukan seseorang untuk mencoba sekantong herbal,yang hingga saat ini masih dikonsumsi,dan alhamdulillah aku mulai berhasil melawan maag,perlahan cemas dan panik tidak lagi a
ku alami.
Rabu, 17 September 2014
Maag = Cemas,Panik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bunda... saya juga sedang menhalami cemas panik udah 2 tahunan. mohon di share ramuan yg bunda konsumsi. namanya apa? harganya berada? diperoleh dimana
BalasHapusTerima kasih?
Maaf mba baru saya balas,bisa mba hubungi saya di bb saya mba,ini pin nya 53E830D9
Hapus